Tips Cepat Dan Mudah Membudidayakan Ikan Nila Dengan Hasil Yang Menguntungkan

Judul Artikel : Guys Budidaya Ikan Nila Menyenangkan Dengan Untung Yang Brlimpah…!!!

Cara Budidaya Ikan Nila : Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikembangbiakkan serta sangat mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis iklan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari oleh Masyarakat. Dengan teknik budidaya yang sangat mudah, serta pemasarannya yang cukup luas, sehingga budidaya ikan nila sangat layak dilakukan, baik skala rumah tangga maupin skala besar atau perusahaan.

Jenis Jenis Ikan Nila

Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut:

Kelas : Osteichthyes
Sub-kelas : Acanthoptherigii
Crdo : Percomorphi
Sub-ordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus

Terdapat beberapa jenis nila yang dikenal di masyarakat, antara lain: nila biasa, nila merah (nirah), nila albino, nila gesit, dan nila gift

Persyaratan Lokasi Budidaya Ikan Nila

Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena banyak mengandung Diatomae. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan yang dapat diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc). Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm.
Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha. Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras.
Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah antara 7-8.
Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30o C.
Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.
Cara Budidaya Ikan Nila
Cara budidaya ikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Untuk mengetahi secara detail tentang langkah-langkah tersebut diatas, maka berikut akan diberikan penjelasannya secara spesifik kepada Anda.
1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu hal yang paling penting untuk membudidayakan ikan nila. Kolam sebagai tempat pembiakan ikan nila perlu dipersiapakan secara maksimal, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Pengeringan kolam;
Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
Pengisian air kolam;
Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
Masukkan air sampai kedalaman 80 – 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 – 7 hari pengisian air kolam.
2. Penerban Benih Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor. Untuk mengetahui cara membuat bibit ikan nila unggulan silahkan lihat DISINI.

3. Pemberian Makanan
Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan. Makanan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur.

Umumnya pemberian pakan dilakukan dengan ukuran seperti berikut ini:
1. Protein 20-30%;
2. Lemak 70% (maksimal.);
3. Karbohidrat 63 – 73%.
4. Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
– Kaliandra
– Kalikina atau kecubung;
– Kipat
– Kihujan

4. Penyakit
Ikan nila pada umumnya dapat diserang oleh penyakit serius yang disebabkan oleh lingkan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti populasi yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kuran baik dan sebagainya. Penanggulangan yang paling efektif dilakukan adalah dengan memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.

Apabila sudah terjadi penyakit yang serius pada sebuah kolam ikan nila, maka semua upaya yang dilakukan akan terlambat dan sia-sia. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.

Untuk mengatasi hal ini, maka salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.

4. Pemanenan Ikan Nila

Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.

Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.
dalam budi daya ikan nila tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kolam yang terbuat dari semen taupun langsung menggunakan tanah melainkan juga dapat menggunakan kolam yang terbuat dari terpal.

Berikut ini cara membuat kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan terpal

Bahan:

Terpal (ukuran sesuai dengan keinginan anda)
Sekam
Batako / Bata Merah
Cara pembuatan kolam terpal

Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
Terpal siap dipasang dan diisi air.
Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.
Budidaya ikan nila memerlukan kualitas air yang bagus

Setelah kolam terpal jadi, hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah air. Sumber air yang akan kita gunakan haruslah air yang bersih, dapat berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.

Analisa KeuntunganUsaha
Pembesaran Ikan Nila

Pembesaran nila mulai dari benih berumur dua bulan (ukuran jempol) sampai nila berukuran 4-5 kg/ekor selama 4 bulan. perhitungan yang digunakan dalam usaha pembesaran nila sebagai berikut:
– Luas kolam 1000 m persegi merupakan lahan sewa
– Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor
– Jumlah tenaga kerja dua orang. Rp 750.000/bln/org
– Pembesaran ini selama empat bulan berukuran 200-300 g/ekor.
– Total produksi nila konsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton.

Modal sarana pembesaran
– Kolam 1000 meter persegi selama empat bulan

Rp. 1.200.000
– Benih nila 60.000 ekor

Rp. 9.000.000
– Alat perikanan

Rp. 500.000
Total

Rp. 10.700.000
Biaya operational
– Pakan buatan sendiri

Rp. 42.000.000
– Tenaga kerja dua orang

Rp. 6.000.000
– Obat-obatan dan keperluan lain

Rp.10.000.000
Total

Rp. 58.000.000
Total Pengeluaran=Modal Sarana Pembesaran + Biaya Operational
= Rp. 10.700.000 + Rp. 58.000.000
= Rp. 68.700.000

demikian dunia pengetahuan berbagi informasi tentang cara budidaya ikan nila semoga bermanfaat bagi sobat semua.

Sumber : http://sdidik48.blogspot.com….

Posted in Tips berbisnis | Tagged | Leave a comment

Sukses Dengan Budidaya Jambu Air Madu Tumbuh Sangat Lebat

Judul Artukel : Waaah Serunya Bercocoktanam..!!!

Kunci sukses budidaya Jambu Air Madu Deli Hijau (MDH) selain bibit kualitas unggul, yakni terletak pada perawatan. Jika salah perawatan, bisa jadi jambu yang dihasilkan tidak manis bahkan gugur sebelum matang karena di serang hama

Jambu air madu hijau merupakan varietas baru yang mulai banyak dikembangkan oleh para pehobi buah atau petani buah, bahkan buah yang masih tergolong dalam keluarga Myrtaceae ini sudah mulai banyak ditanam di pekarangan rumah-rumah karena jambu air madu hijau ini sangat mudah dibudidayakan.

RASA YANG MANIS

Jambu air madu hijau ini juga memiliki rasa yang segar dan sangat manis ketika dimakan. karena rasa yang sangat manis tersebut jambu ini memiliki daya tarik tersendiri bagi yang pernah mencobanya. Di samping rasa dan manfaat dari jambu air ini, permintaan yang tinggi merupakan salah satu sebab makin banyaknya jambu air ini dibudidayakan.

TIPS DAN CARA BUDIDAYA
1. Pemilihan bibit
Bibit yang ditanam harus memiliki sumber yang dapat dipercaya, karena bibit yang unggul merupakan awal untuk mendapatkan buah dengan kualitas terbaik. Bibit dapat dibuat dengan metode stek ataupun cangkok dari induk tanaman yang sudah berbuah.

Gambar bibit stek umur 3 bulan

20130214-214605.jpg

2. Penanaman
Metode penanaman buah dapat dilakukan di dalam pot (tabulampot), ataupun polybag dengan diameter 50 cm. Pot diberi lubang kecil untuk drainase kemudian diisi dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Pohon jambu air disusun rata dengan jarak 2.5m hingga 3m agar terdapat sirkulasi udara antar pohon.

Gambar jarak antar pohon

20130214-220055.jpg

3. Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari tergantung cuaca. Metode penyiraman dapat dilakukan dengan manual ataupun dengan kran otomatis atau fertigasi. Penyiraman dengan fertigasi sangat memudahkan pekerjaan jika pohon ditanam dalam jumlah besar.
Pemupukan dilakukan 2 kali seminggu jika buah sedang berbuah dan 1 kali seminggu jika pohon tidak berbuah. Pupuk yang diberi biasanya adalah pupuk npk dan pupuk kandang.

Gambar metode penyiraman dengan kran otomatis atau fertigasi

20130214-220920.jpg

4. Pengendalian Hama
Untuk mendapatkan kualitas buah terbaik tidak boleh ada 1 hama pun yang bersarang di pohon ataupun buah. Metode yang dapat dilakukan adalah dengan membungkus buah dengan plastik atau kertas sejak dari bunga (bakal buah) telah pecah menjadi buah kecil.
Metode lain yang dapat digunakan adalah dengan memasang kelambu untuk mencegah masuknya hama. Metode ini sangat efektif dalam mencegah hama di tanaman jambu air.

Gambar kelambu kendali hama

20130214-221935.jpg

5. Cara panen
Buah yang tak mengenal musim ini dapat dipanen hingga 10kg per pohon untuk pohon dengan umur 1.5 – 2 tahun. Buah yang dipanen adalah buah yang benar- benar masak pohon, dengan ciri-ciri kehijauan yg pekat dan sedikit warna kemerahan pada satu sisinya.

Sekian sedikit TIPS untuk membudidayakan jambu air madu hijau yang kian digemari dengan pasar yg masih sangat besar.

Sumber : https://drdjohnymarco.wordpress.com…

Posted in Tips berbisnis | Tagged | Leave a comment